Tenggelam dalam sorot mata oasemu
Terbuai dalam deru nafas surgawi
Terpaku dalam sentilan cinta hangatmu
Terpasung nyaman dalam taman bunga indah disudut ruang hatimu
Aku ini madu manis di bibir elokmu sayang..
Aku ini sesegar oasemu
Aku ini ialah wewangian nafas cinta surgawimu
Aku ini ialah secangkir cawan cintamu
Aku ini ialah bunga indah ditamanmu
TAPI ITU DULU
Selama ini kufikir hanya aku pelita dalam gelap hatimu
Ternyata.. Begitu banyak neon-neon bersinar indah terang di malam-malammu
Tapi mengapa kini kau siram aku dengan madu pahit getirmu ?
Mengapa kau tikam aku dengan sorot mata angkuhmu ?
Mengapa kau sembur aku dengan deri nafas benci nerakamu ?
Mengapa kau bakar aku dengan ego cintamu ?
Bagaimana caranya agar kau percaya cintaku ini berharga ?
Cintaku tlah menggunung bagai bukit cinta yang tanpa puncak, Bukit cinta si lelaki tampan
Biar kini ku berlalu jangan pernah kau cari aku
Karna aku kan slalu ada disampingmu
Sayup angin yang menerpa wajahmu segar, Itu aku
Matahari yang bersinar menyilaukanmu, Itu aku
Per Milimikron debu yang menempel ditubuhmu, Itu pun aku
Aku tahu hidupku kan sepi tanpa kamu
Tapi begitulah kamu, Lelaki tampan yang tak pernah merindu
Kini biarkanku menanti lelaki tampan di bukit cinta walaupun tanpa puncak
Sembari meneguk pahit getirnya egomu, bersama kehampaan rasaku
Dan menjilat kikisan-kikisan cinta kita
Serta bersandar pada panasnya api rindu
Disini, Di Bukit Cinta Ini, Kunanti kamu Lelakiku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar