ketika malam yang kelam memburu merangkap dalam mencekamnya kesunyian malam..
setelah itu bintang kan menusuk ragaku dengan cahaya indahnya itu..
seketika itupun aku berhenti berharap kepada bintang untuk membuat indahnya malamku saat itu
bisakah aku menatap langit lalu tersenyum ?
kupindahkan harapku kepada senyum bidadari bulan untuk menyinari indahnya malam sahabat-sahabatku
meskipun kutahu senyum indahnya itu takkan seindah senyum sahabat-sahabatku dikala bulan tlah menyinari malamnya.........
Hanya sebuah karya sederhana tanpa editan dan tanpa keahlian yang sangat diperlukan kritik dan sarannya agar bisa lebih baik lagi
Entri Populer
-
Aku perempuan perindu hujan Merindukan bunyi hujan yang bergemerisik indah Merindukan kesan saat hujan turun membasahi hidup semu Aku pe...
-
ketika malam yang kelam memburu merangkap dalam mencekamnya kesunyian malam.. setelah itu bintang kan menusuk ragaku dengan cahaya indahnya...
-
Bel pelajaran terakhir berbunyi, aku segera membereskan buku-buku dan memasukkan ke dalam tas. Selesai berdo’a aku segera menghambur ke luar...
-
Termangu aku menikmati senyum indah berlapis madu manis Tenggelam dalam sorot mata oasemu Terbuai dalam deru nafas surgawi Terpaku dalam ...
-
Andai aku bisa menulis sajak untuk Ibu Sajak tentang hausnya aku akan kasihmu Sajak tentang segala pengorbananmu Sajak tentang teri...
-
AKU PERNAH MENCINTANYA tak mungkin bagiku untuk MEMBENCINYA apalagi sampai MEMAKI DIRINYA aku hanya MUAK terhadap sifatnya AKU PERNAH ...
-
Kuberi hatiku kuberi waktuku tapi kamu buatku kecewa melulu Kau bilang cintamu bisa ku percaya Tapi nyatanya kamu buatku kecewa Dul...
-
sebentar saja kuingin disini berdua mengenang segalanya sebentar saja kuingin bersamamu hingga kurela melepas bahagia yang ada tapi tiad...
-
bersama bundaa aku belajar menjadi dewasa bersama bundaa aku belajar mengenai arti kehidupan bersama bundaa aku belajar mengenai ketulusan...
-
Lampu-lampu ditengah kelamnya malam-malam hati terangi dunia alam mimpi... Lampu-lampu berpendar terang sinari nurani bebaskan jiwa bagai...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar